Kuliner

10+ Pa’buka Paling Laris di Gowa 2026

Favorit Warga Gowa Saat Berbuka

Ramadhan di Gowa punya suasana yang khas. Menjelang Maghrib, jalanan mulai padat, lapak pa’buka (takjil) berjejer rapi, dan aroma makanan tradisional bercampur dengan minuman segar memenuhi udara sore. Dari kawasan Lapangan Syekh Yusuf dan Tumanurung, Wahid Hasyim, Lapangan Bontomarannu dekat Teknik Unhas, hingga Mangka Dg Bombong, antusiasme warga mencari takjil selalu terasa hangat dan penuh semangat.

Bagi masyarakat Gowa, menu pa’buka bukan sekadar membatalkan puasa. Ia adalah bagian dari tradisi, kebersamaan, dan kenangan masa kecil. Karena itu, menu yang laris biasanya bukan hanya soal rasa enak, tetapi juga soal kedekatan budaya dan selera lokal.

Sebagai penulis sekaligus penggiat kuliner yang mengikuti tren makanan di Kota Makassar dan sekitarnya termasuk Gowa, saya melihat ada pola menarik: takjil klasik tetap kuat, tapi panganan khas Gowa justru semakin dicari, terutama oleh generasi muda yang ingin kembali ke cita rasa lokal.

Takjil Paling Laris di Gowa tahun 2026

Berikut ini adalah takjil paling laris di Gowa tahun 2026, lengkap dengan sentuhan menu khas yang memang hits di kalangan warga.

1. Jalangkote, Camilan Gurih Favorit Warga Lokal

Jalangkote sering disebut sebagai “pastel khas Gowa”. Isinya biasanya wortel, kentang, dan bihun, disajikan dengan sambal cuka pedas manis yang segar.

Menjelang berbuka, jalangkote jadi pilihan tepat bagi yang ingin takjil gurih sebelum makan berat. Di banyak sudut kota, jalangkote hangat selalu cepat habis.

2. Es Pisang Ijo, Ikon Ramadhan Kota Gowa

Es pisang ijo sudah mendunia, tapi di Gowa rasanya tetap punya tempat istimewa. Pisang raja dibalut adonan hijau lembut, disajikan bersama papeda (bubur sumsum), sirup merah DHT, susu kental manis, dan es serut.

Di bulan Ramadhan, hampir setiap pasar takjil pasti menjual es pisang ijo. Ini salah satu menu yang paling cepat laku karena rasanya segar sekaligus ammassori (mengenyangkan).

3. Barongko, Takjil Tradisional yang Makin Dicari

Barongko adalah kue berbahan dasar pisang yang dihaluskan, dicampur santan dan telur, lalu dibungkus daun pisang dan dikukus.

Rasanya manis lembut dengan aroma daun pisang yang khas. Banyak warga Gowa membeli barongko karena terasa lebih “rumahan” dan penuh nostalgia.

4. Pallu Golla (Kolak Pisang), Tetap dicari

Walaupun ada banyak pilihan lokal, kolak pisang tetap menjadi menu pa’buka takjil paling aman dan laris. Perpaduan santan, gula merah, dan pisang matang selalu cocok untuk membatalkan puasa.

Di Gowa, kolak sering ditambahkan ubi atau kolang-kaling agar lebih beragam.

5. Es Palubutung, Saingan Berat Pisang Ijo

Selain pisang ijo, Gowa juga punya es palubutung yang tidak kalah populer. Bedanya, pisangnya tidak dibalut adonan hijau, tetapi disajikan dengan bubur sumsum dan kuah santan manis.

Banyak warga yang justru lebih memilih palubutung karena rasanya lebih ringan dan tidak terlalu padat

6. Gorengan, Menu Wajib di Setiap Lapak

Bikang Dowang (bakwan), tahu isi, tempe goreng, hingga pisang goreng tetap menjadi menu pendamping takjil manis. Di Gowa, pisang goreng sering disajikan dengan sambal roa atau sambal pedas khas Sulawesi.

Murah, praktis, dan cocok dimakan bersama keluarga

7. Es Cendol Malino atau Dawet Gula Aren

Es cendol Malino tetap digemari, apalagi yang memakai gula aren asli. Di beberapa titik kuliner Gowa, cendol Malino kini dikemas lebih modern dengan cup estetik dan topping tambahan.

Rasa manis dan gurihnya selalu cocok untuk mengembalikan energi setelah puasa

8. Kurma, Simbol Sunnah Berbuka

Meski banyak takjil lokal yang menggoda, kurma tetap dicari. Banyak warga membeli kurma dalam kemasan kecil untuk dibagikan di masjid atau dibawa ke tempat kerja.

Praktis dan penuh makna

9. Lumpia dan Risoles Mayo

Selain jalangkote, lumpia dan risoles mayo juga jadi primadona. Rasanya gurih dan mengenyangkan, cocok untuk pembuka sebelum makan utama seperti coto atau konro saat malam hari

10. Kue Tradisional Bugis-Makassar

Beberapa kue tradisional yang hits saat Ramadhan di Gowa antara lain: apang, dadar gulung, bayao panynyu, cantik manis, putu ayu, cucuru bayao, bolu peca, barongko, sanggara balanda dan banyak lagi.

Kue-kue ini biasanya diburu oleh keluarga yang ingin menyajikan menu lokal di meja berbuka

11. Es Buah, Alpukat Kocok dan Es Teler

Cuaca Gowa yang cenderung panas membuat minuman segar seperti es buah, alpukat kocokes kelapa muda dan es teler selalu laris. Campuran buah, alpukat, kelapa muda, dan susu jadi kombinasi favorit

12. Sosis Bakar dan Dimsum

Area seperti Tumanurung dan sekitar Lapangan Syaek Yusuf banyak menjual sosis bakar dan dimsum sebagai takjil kekinian. Generasi muda menyukai menu ini karena praktis dan terlihat modern

13.Kopi Gula Aren dan Minuman Kekinian

Minuman seperti kopi gula aren, thai tea, taro latte, dan es matcha tetap punya pasar besar, terutama di kalangan anak muda Gowa yang aktif di media sosial.

Kemasan menarik dan rasa manis creamy membuatnya mudah viral

14. Salad Buah dan Puding Cup

Tren hidup sehat juga mulai terasa di Gowa. Salad buah dan puding cup banyak dijual dengan tampilan cantik dan harga terjangkau.

Biasanya dibeli oleh keluarga muda atau pekerja kantoran.

15. Pisang Epe, Pa’buka Andalan Khas Makassar

Kalau bicara pa’buka  hits di Gowa, pisang epe tidak boleh absen. Pisang kepok dibakar, ditekan hingga pipih, lalu disiram saus gula merah kental. Kini variannya makin kreatif: ada topping durian, keju, cokelat, bahkan matcha.

Saat Ramadhan, penjual pisang epe selalu kebanjiran pembeli. Rasanya manis legit dengan aroma bakaran yang menggoda. Ini bukan hanya takjil, tapi identitas kuliner Makassar.

Kenapa Takjil Lokal Gowa Selalu Ramai?

Ada beberapa alasan kuat.

Pertama, faktor budaya. Warga Gowa bangga dengan kuliner daerahnya. Menu seperti pisang epe, barongko, dan palubutung bukan hanya makanan, tapi bagian dari identitas.

Kedua, rasa yang sudah akrab di lidah. Orang cenderung memilih menu yang sudah dikenal dan terbukti enak.

Ketiga, harga yang relatif terjangkau. Takjil biasanya dibeli lebih dari satu jenis, jadi pembeli mempertimbangkan nilai ekonomisnya.

Keempat, suasana Ramadhan itu sendiri. Berburu takjil di sore hari sudah jadi aktivitas sosial yang menyenangkan.

Tips Jualan Takjil Laris di Gowa 2026

Kalau kamu ingin jualan takjil di Gowa, perhatikan beberapa hal ini:

Gunakan bahan segar, terutama santan dan pisang. Warga Gowa cukup kritis soal rasa.

Pertahankan cita rasa lokal. Jangan terlalu mengubah resep tradisional karena pembeli biasanya mencari rasa autentik.

Pilih lokasi strategis seperti dekat masjid, perumahan, atau area kampus.

Gunakan kemasan bersih dan rapi. Meskipun tradisional, tampilannya tetap harus modern dan higienis.

Kombinasikan menu klasik dan kekinian. Misalnya pisang epe + thai tea, atau barongko + es buah.

Ramadhan 2026, Momentum Emas Pelaku Usaha di Gowa

Ramadhan selalu menjadi musim terbaik bagi penjual takjil di Gowa. Menu seperti pisang epe, es pisang ijo, jalangkote, hingga minuman kekinian akan terus dicari karena sudah melekat dalam keseharian masyarakat.

Bagi kamu yang ingin memulai usaha musiman, memahami selera lokal adalah kunci utama. Jangan hanya mengikuti tren nasional, tapi juga rangkul kekayaan kuliner Gowa yang sudah terbukti dicintai warganya.

Dengan rasa yang autentik, kualitas terjaga, dan pelayanan ramah, bukan tidak mungkin daganganmu habis bahkan sebelum adzan Maghrib berkumandang.

Ramadhan di Gowa bukan hanya tentang menahan lapar, tapi juga tentang merayakan cita rasa lokal dengan penuh syukur dan kebersamaan.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button